VIVA – Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Bekasi terpaksa menyegel wisata air Waterboom Lippo Cikarang. Penyegelan ini dilakukan setelah pemangku wisata dianggap mengundang kerumunan.

Penyegelan wisata Waterboom tersebut dilakukan pada Minggu 10 Januari 2021. Penyebab kerumunan itu dikarenakan pengelola memberikan diskon besar untuk pengunjung yang masuk.

“Biaya masuk ke Waterboom tersebut didiskon menjadi Rp10 ribu. Itu buka jam 7, namun membludak. Sampai-sampai jumlah pengunjungnya 1. 500 orang, walaupun kapasitas 7. 000 orang. Akan tetapi ini membangun tidak stay , mereka mobile . Orang terlalu penuh, ” kata Koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bekasi Bidang Pariwisata, Komisaris Dr. Budi Setiadi.

Baca juga: 74 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Cairan SJ 182 Sudah Dievakuasi

Budi menambahkan, mematok akhirnya petugas dari Polsek Cikarang datang ke lokasi sekitar memukul 11. 00 siang. Di situ petugas langsung membubarkan pengunjung. “Setelah dibubarkan, ditutuplah intinya, jam 12 siang sudah bersih dari pengunjung seluruhnya dikeluarkan, ” jelasnya.

Akibat kejadian itu, sebanyak pimpinan forum komunikasi pimpinan kawasan (Forkompinda) langsung koordinasi. Budi mengaku, soal batas waktu sampai teks penutupan wisata air itu, sedang belum diketahui. Sebab, pihaknya sedang mewawancarai pengelola Waterboom Lippo Cikarang.

“Soal penutupan itu tergantung Pemda, tetapi untuk penyidikan dugaan pelanggaran kejahatan masih kami tangani. Ke pendahuluan kami akan lebih perketat pengawasan, ini semacam kecolongan, karena sampai jam 8 sudah membuludak, ” katanya.