Tumenggung Sumenep Penulis Kitab Fiqhul Kufid Juga Positif COVID-19

VIVA – Sebagai kepala daerah, Bupati Sumenep A Busyro Karim berusaha keras menekan angka kasus penularan COVID-19 di kawasan yang ia pimpin, termasuk dalam lingkungan kerjanya. Namun pergerakan COVID-19 teramat sukar ditebak. Ia pula akhirnya terpapar. Juga istrinya, Nurfitriana, dan bayi mereka, Khadeeja.

Salah satu usaha Busyro menekan angka COVID-19 adalah menjangkit pengetahuan tentang COVID-19 dan jalan mengantisipasinya melalui kitab yang ia susun, yakni Fiqhul Kufid (Fikih mengenai COVID-19). Fiqhul Kufid ia lapis dengan menggunakan bahasa Arab ‘gundul’ (tanpa tanda baca), gaya khas kitab-kitab yang biasa diajarkan & dikaji di lingkungan pesantren.

Kitab itu ia bagi-bagikan ke pesantren-pesantren, masjid, dan majelis-majelis taklim di Sumenep. Harapannya, ustaz, ustaz, santri, dan masyarakat kira-kira pesantren tertarik mengkaji sehingga tumbuh kesadaran untuk mencegah penularan COVID-19. Busyro mampu menyusun Fiqhul Kufid sebab ia juga dikenal sebagai ustazah yang memimpin Pesantren Al Karimiyah.

Baca: Tes Antigen Jadi Syarat Bepergian, Seberapa Akurat Deteksi COVID-19?

Kitab tersebut diterbitkan pada Mei 2020, pokok COVID-19 merambah Jatim, termasuk dalam Sumenep. Di pendahuluan, Busyro menyuarakan Fiqhul Kufid disusun berdasarkan hasil uraian para ustaz di pesantren dengan ia pimpin. Kitab itu dirasa perlu mengingat jumlah pesantren, langgar, dan musala di Sumenep sangat banyak: 388 pesantren, 1. 564 masjid, dan 3. 370 musala.

Fiqhul Kufid terdiri dari sebelas bagian. Bagian baru membahas tentang pengertian COVID-19 dan bagian kedua tentang cara mencegah penularannya. Dijelaskan pula tentang dalil-dalil hadis yang berkaitan dengan COVID-19 ( thaun ), wabah di masa Nabi, memakai masker perspektif Islam, salat Jumat di masa pandemi COVID-19, cara memandikan jenazah COVID-19, dan lainnya.

Dijelaskan pada bagian pertama dalam teks itu, “COVID-19 adalah virus dengan tak kasat mata ( khafiyyun ) dan tak bisa dilihat atau dideteksi melainkan dengan alat ‘pembesar’ khusus. Virus itu berasal atau muncul dibanding hewan. Virus tersebut dikenal secara nama korona. ”

Tak dinyana, Busyro akhirnya terpapar COVID-19 juga. Istrinya, Nurfitriana Busyro, dan putri mereka yang sedang berusia lima bulan, Khadeeja, serupa terpapar. Yang mengumumkan soal paparan korona itu ialah Nurfitriana pada akun Instagramnya, @fitri_busyro, pada Rabu malam, 16 Desember 2020.

Fitri tak menyebut daripada mana mereka terpapar COVID-19. “Alhamdulillah, dengan ini kami sampaikan kalau sejak Senin 14 Desember 2020, ibu dan Buya @busyrokarim melaksanakan isolasi di RSHU karena terkonfirmasi terkena COVID dengan gejala rendah, ” tulis Fitri di akun Instagram-nya.

Fitri meminta masyarakat, terutama warga Sumenep, supaya mendoakan ia dan suaminya sembuh dan bebas dari virus dengan mula kali ditemukan di Wuhan, China, itu. “Untuk itu ana tetap mengimbau masyarakat untuk terus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan tubuh. Mohon doa nya agar cepat diberi kesehatan kembali, ” pinta anggota DPRD Jawa Timur tersebut. (ase)