Ternyata Israel yang Hasut Amerika Untuk Tarik Bom Nuklir dari Turki

VIVA – Lebih dari sepekan lalu muncul dugaan bahwa Amerika Konsorsium (AS) bakal menarik pasukan dan sejumlah bom nuklirnya dari Sarang Udara Militer Incirlik, Turki. Bukti pun terungkap, ternyata ada konflik Israel di balik rumor tersebut.

Dalam berita VIVA Militer, Senin 14 September 2020, dilaporkan bahwa Amerika akan menukar pasukannya dari Pangkalan Udara Tentara Incirlik. Kabar ini muncul sesudah seorang Senator AS dari Partai Republik, Ron Johnson, meminta Kepala Donald Trump untuk segera mengungsikan pasukan dan senjatanya ke pangkalan Angkatan Laut AS (US Navy) di Pulau Kreta, Yunani.

Tak hanya itu, dalam laporan yang dikutip VIVA Tentara dari Greek City Times, rumor lain beredar menyebut AS juga akan memindahkan 50 rudal berhulu ledak nuklirnya dari Turki.

Ternyata, ada peran Israel di balik kabar burung itu. Dalam laporan dengan dipublikasikan oleh Institut Strategi serta Keamanan Israel, sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, membahayakan kepentingan Tel Aviv. Oleh sebab itu, Israel meminta AS untuk memikirkan balik penarikan pasukan dan senjata nuklir dari Turki.

Permintaan Israel tersebut tak lepas dari pernyataan Departemen Pertahanan AS (US Departement of Defense), yang membantah akan menjadikan pasukan dan senjatanya dari Turki. Pentagon lewat juru bicaranya, Letnan Kolonel Thomas Campbell, menegaskan pihaknya masih akan membina hubungan elok dengan Turki.

“(AS) tidak memiliki rancangan untuk mengakhiri kehadiran di Markas Udara Incirlik, ” ucap Campbell dikutip VIVA Militer dari Anadolu Agency.

“AS telah beroperasi di Pangkalan Udara Incirlik selama beberapa dekade, atas seruan pemerintah Turki. Kehadiran kami dengan berkelanjutan di sana menunjukkan hubungan yang kuat dan berkelanjutan kurun Amerika Serikat dan sekutu NATO kami Turki, ” katanya.

Kekhawatiran Israel tak terlepas dari keterlibatan Turki dalam sejumlah konflik di Timur Tengah, sepertinya di Libya dan Suriah. Tidak cuma itu, Turki juga terlihat di belakang Azerbaijan, yang sedang bersitegang dengan Armenia. Dan dengan paling jelas, Turki juga berseteru dengan Yunani dan Siprus, terkait masalah sengketa wilayah di Laut Mediterania.

Meski Pentagon sudah mengisbatkan sikapnya, Israel tak menyerah. Negara Zionis itu menyebut tindakan Turki di bawah komando Erdogan bakal membuat negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) mengasingkan Turki. Walaupun di sisi lain, Turki selalu adalah salah satu anggota NATO.

Israel juga dengan berani menyatakan bahwa Amerika melangsungkan kesalahan dalam membina hubungan dengan Turki. Catatan lain dalam informasi itu, Israel memanfaatkan celah memperlawankan tajam antara AS dan Turki terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Faktanya, Amerika menganggap PKK adalah sekutunya. Semetara, Turki mencap kelompok tersebut adalah organisasi teroris.

Baca juga: Makin Radang, Erdogan Kenang Perang Ottoman Lawan Pasukan Bikinan Paus