Tamu Hotel di Bekasi Kurang sebab 50 Orang Sehari

VIVA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat penerimaan hotel bintang empat merosot garang selama pandemi. Rata-rata sehari, pengunjung yang menginap kurang dari 50 orang.

“Pada era awal pandemi banyak hotel yang tutup sementara, ” kata Ketua PHRI Kota Bekasi, Iyan Rasyad, Rabu 23 September 2020.

Iyan menambahkan, meski sudah beroperasi kembali tapi pendapatan rata-rata hotel turun drastis. Sehari, kata pendahuluan dia, tamu hotel yang pegari kurang dari 50 orang. “Turunnya bisa 60 persen dari hari biasanya, ” ujarnya.

Baca pula: Artis Pendukung Jokowi Minta Pilkada Ditunda

Ciri penyebaran COVID-19, kata Iyan, betul memengaruhi turunnya pendapatan hotel. Sebab, kebanyakan orang lebih memilih untuk tidak bepergian keluar rumah.

Iyan mengaku, saat tersebut jumlah penginapan seperti wisma dan hotel di Kota Bekasi ada di 42 lokasi. Mereka seluruhnya tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bekasi.

Menyangkut rencana hotel dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19, kata Iyan, pihaknya menunggu aturan main dari pemerintah. Sebab, dia mengkhawatirkan bisa memusingkan bisnis perhotelan.

Di Kota Bekasi, memang sudah ada satu hotel bernama The Green Hotel yang terletak di Jalan Kayuringin Kota Bekasi sudah terdaftar menjelma salah satu hotel yang menampung pasien COVID-19.

“Benar sudah ada satu hotel pada Kota Bekasi yang masuk jadwal pengajuan sebagai tempat isolasi, ” tutur Iyan.

Iyan mengaku, khusus The Green Hotel sedang dalam usulan. Nantinya, PHRI akan berkoordinasi dengan pihak Gugus Perintah Percepatan Penanganan COVID-19 pusat. “Kalau yang menentukan bisa tidaknya membangun pusat, bukan daerah, ” katanya. (art)