Singapura Buka Lowongan Petugas COVID, Gajinya Hampir Rp40 Juta

VIVA – Kementerian Kesehatan Singapura baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah pengujian tes COVID-19. Pada semester kedua tahun ini, Negeri Singa membidik angka 40. 000 ulangan per hari guna mendeteksi pra penyebaran virus corona.

Namun, untuk melancarkan misi berskala besar tersebut maka Singapura membutuhkan lebih banyak tenaga pelayanan dibanding tes ini. Dan mereka pula ditegaskan bersedia menyodorkan bayaran dengan layak untuk proyek tersebut.

Menurut halaman Kementerian Kesehatan Singapura, nantinya para petugas yang direkrut untuk melayani pengujian tes swab COVID-19 dijanjikan gaji fantastis.

Baca selalu: Naikkan Iuran BPJS, Jokowi Disindir Mas Karyo

Dengan jalan apa tidak fantastis, mereka yang nanti direkrut menjadi petugas tes swab bahan menerima pendapatan hingga 3. 800 dolar Singapura atau sekitar Rp39. 754. 518 per bulan.

Dan yang cukup menggembirakan dari pengumuman wacana lowongan tersebut, para pelamar yang akan menyetujui mengisi posisi tersebut tidak perlu memiliki pengalaman dalam perawatan kesehatan untuk memenuhi syarat untuk pekerjaan ini.

Namun, Kamu memerlukan status kewarganegaraan Singapura buat melamar posisi ini. Semua pelamar yang berhasil terpilih akan diberikan pelatihan seperti yang dikatakan di situs SG Healthcare Corps .

Lowongan pekerjaan tersedia yakni untuk asisten swab dan swabbers , di mana informasi tersebut telah dirilis ke publik oleh Employment and Employability Institute (e2i), sebuah divisi di bawah National Union Trades Union Congress (NTUC), seperti yang dilansir Today Online .

Baca juga: Sebut Haters Presiden ‘Kadrun’, Akun Ini Dituding Mencontoh Kelakuan PKI

Sesudah mereka dipekerjakan, mereka akan melakukan sebagai asisten swab dengan penghasilan kausa sekitar 3. 400 dolar Singapura atau Rp35, 5 juta sebulan. Jika mampu memenuhi kualifikasi dengan ditentukan, maka ia akan dipromosikan menjadi swabber dengan penghasilan sebesar 3. 800 dolar Singapura atau Rp39, 7 juta sebulan.

Dan jika mereka juga berprestasi baik, mereka mungkin ditempatkan dalam fasilitas karantina pemerintah, fasilitas perbaikan komunitas, panti jompo dan wadah umum lainnya.

Pelamar yang nantinya dipekerjakan akan beroperasi 6 hari seminggu selama separuh tahun, dengan opsi untuk memperpanjang layanan mereka selama 3 kamar lagi setelah 6 bulan menyala.