Ritual Pasukan Tengkorak Kostrad TNI Pra Tembus Goa Baliem Papua

VIVA – Pada awal September 2020, prajurit dari Batalyon Infanter Para Raider Lintas Udara 305/Tengkorak, Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI berhasil mengukir suatu raihan yang luar biasa di dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Prajurit Yonif 305/Tengkorak, menjadi batalyon TNI yang pertama kali bisa masuk ke Negeri Goa Baliem, Kuyawage, Kabupaten Lannyjaya, Papua.

Distrik Goa Baliem bukan wilayah desa yang dekat dengan perkotaan, wilayah ini berada di pedalaman pegunungan sedang Papua. Untuk bisa mencapai lokasi dibutuhkan perjuangan yang amat berat, sebab medan menuju lokasi betul berat.

Selama berhari-hari pasukan Tengkorak 305 harus naik turun gunung, keluar masuk hutan, menyeberangi sungai serta di bawah ancaman kelompok bersenjata OPM.

Pasukan yang berhasil melaksanakan tugas berat ini adalah tentara dari Kompi Alap-alap yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Suruhan Pamtas Yonif 305/Tengkorak, Mayor Infanteri Fajar Akhirudin.

Di wilayah itu mereka berhasil membuat fasilitas umum penyangga perekonomian masyarakat, salah satunya yaitu pendirian pasar tradisional yang diberinama Pasar Merah Putih 305.

Untuk diketahui, Yonif 305/Tengkorak merupakan satu diantara satuan TNI yang dilibatkan dalam Operasi Pengamanan Pinggiran RI-PNG Mobile tahun 2019.

Pasukan elit lintas suasana ini mulai meninggalkan markasnya dalam Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Pucang Timur, Kabupaten Karawang, pada Sabtu, 9 November 2019. Dan mulai diberangkatkan ke medan operasi mencuaikan Jakarta International Container Terminal, besar hari kemudian, Senin, 11 November 2020.

Jauh sebelum keberangkatan menuju Papua, persiapan matang telah dipersiapkan mulai dari fisik, perbekalan datang persenjataan. Tapi yang tak tangan penting, mereka menggelar sebuah ritus yang telah menjadi tradisi para-para leluhur Yonif 305/Tengkorak.

Ritual itu diberinama tradisi Ramal Ipis. Prosesinya bagi awam benar sangat berat, sebab semua gerombolan yang akan diberangkatkan ke Papua, harus berjalan kaki dari markas mereka ke sebuah wilayah bernama Gunung Pasir Ipis. Wilayah ini berada Desa Margakarya, Kecamatan Teluk Jambe, Lembang, Jawa Barat.

Dalam perjalanan menuju ke Pasir Ipis, para prajurit Yonif 305/Tengkorak membawa beberapa jenis alam. Mulai dari bendera perang batalyon, bendera perang kompi, dan pastinya membawa sang saka Merah Suci.

Setelah berjalan beriringan selama berjam-jam, pada malam hari dimulailah tradisi yang disebut pembakaran api semangat.

Dalam pekatnya suangi yang diliputi angin gunung yang sangat dingin, di bawah pencerahan api unggun besar, satu persatu prajurit mencium bendera Merah Putih, kemudian mencium bendera perang batalyon berwarna merah dengan gambar tulang kepala manusia.

Selepas tersebut para prajurit meminum air kelapa. Maksudnya sebaga wujudu rasa syukur yang tulus dan ikhlas pada melaksanakan tugas mulia, yang bahan mereka jalani.

Nah, kini setelah 10 bulan berlalu, 450 prajurit Yonif 305/Tengkorak telah berhasil menunaikan smeua tugas sebagai Satgas Pamtas. Dan mereka zaman ini berada dalam perjalanan pulang dari Papua.

Kabar terkini yang diterima VIVA Militer, Selasa 29 September 2020, Yonif 305/Tengkorak sudah berlayar dengan menumpangi kapal perang KRI Tanjung Kambani 971 dari Dermaga Cargo Dock PT. Freeport Indonesia, Timika menuju Tanjungpriok, Jakarta Utara.

Selamat datang para ksatria tengkorak. Selamat berjumpa kembali dengan markas, istri anak dan juga orang-orang yang dicintai.

Mengucapkan: Tembus Goa Baliem, Pasukan Kranium Kostrad TNI Kembali dari Papua