RI Desak Malaysia Rampungkan MoU Perlindungan TKI

VIVA – Pemerintah hingga kini terus memonitor kondisi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berinisial MH, yang menjadi korban penindasan oleh majikannya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ini MH tengah dirawat di Rumah Sakit Ambang Lumpur.

“Kita tetap memonitor kondisi MH di Vila Sakit Kuala Lumpur. Kondisi dengan bersangkutan saat ini stabil serta semakin membaik, ” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Kamis 3 Desember 2020.

Baca juga : Ribuan Buruh Industri di Bekasi Dites Swab, Tempat Karantina Disiapkan

Kemlu sudah menghubungi pihak keluarga MH dalam Indonesia. Direncanakan, Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur akan memfasilitasi video call antara MH dan keluarganya di Indonesia.

MH merupakan WNI pekerja domestik di Kuala Lumpur yang diselamatkan oleh Polis Diraja Malaysia pada 24 November lalu, karena mengalami penindasan. Penyelamatan dilakukan setelah adanya informasi dari LSM Tenagakita kepada PDRM.

Menurut keterangan KBRI Kuala Lumpur, MH disiksa oleh majikannya dengan cara dipukul memakai benda tumpul, disiram air radang, mengalami luka sayatan akibat benda tajam bahkan tidak diberi sasaran.

Akan insiden ini, Kemlu telah memanggil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia untuk menyampaikan kecaman lantaran urusan ini terus berulang terhadap pekerja migran Indonesia.

“Kasus MH ini menjadi wakeup call melanggar pentingnya membangun koridor migrasi tenang bagi pekerja migran sektor pribumi Indonesia ke Malaysia, ” ujar Retno.

Saat itu, Nota Kesepahaman Penempatan dan Pelestarian PMI Sektor Domestik Indonesia dalam Malaysia sudah habis masa berlakunya. Untuk itu, pemerintah mendorong penyelesaian perundingan MoU ini, guna memastikan pelestarian penuh bagi pekerja migran Nusantara mulai dari keberangkatan, saat berjalan hingga kembali ke Tanah Tirta. (art)