PDIP Bilang Politik Intimidasi di Pilkada Surabaya, Ini Kata Pengamat

VIVA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut ada kebijakan intimidasi menerpa PDIP dan jagoannya di pilkada Surabaya, Eri Cahyadi-Armudji. Analis data politik Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdus Salam menilai hal itu bagian daripada strategi konstestasi untuk merebut mengindahkan publik semata.

“Menurut pendapat saya, hal itu ialah bagian dari strategi konstestasi pertarungan udara dalam pilkada. Dalam situasi head to head, memang tensi persaingan selalu naik dan akan selalu sengit, ” kata Surokim kepada VIVA pada Senin, 9 November 2020.

Menurut Surokim, sahut-sahutan sebagai interplay berebut pengaruh di jalan merupakan bagian dari upaya menawan pengaruh di udara. “Saya menghargai wajar saja, toh semua sedangkan berusaha untuk bisa mendapat menghiraukan dan pengaruh ke voters , ” ujar pendidik Komunikasi Politik Universitas Trunojoyo Madura itu.

Untuk konteks pilkada Surabaya, muslihat semacam itu ada plus-minus-nya. Soal efektivitasnya tetap bergantung kepada masyarakat. “Pada akhirnya publik lah yang akan menentukan pilihannya. Dalam konteks pemilih Surabaya yang heterogen, desain itu bisa jadi plus serta minus, ” kata Surokim.

Pada Sabtu, 7 November, Hasto mengatakan bahwa pihaknya menyambut informasi adanya intimidasi yang diterima kader PDIP, termasuk Tri Rismaharini alias Risma, terkait Pilkada Surabaya. Menurutnya, intimidasi dilancarkan pihak tertentu berbarengan dengan makin tingginya elektabilitas Eri-Armudji satu bulan menjelang pemungutan suara.

“Karena itulah saya ditugaskan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk terus memperkuat konsolidasi dan juga bertemu dengan para tokoh. Ya, sebagaimana ini menjadi komitmen dari seluruh kader partai untuk bergerak, melanjutkan keberhasilan yang sudah dilakukan oleh Ibu Risma yang ada di kota Surabaya ini, ” kata Hasto sudah berdiskusi dengan para pengusaha bersama-sama Eri-Armudji di Surabaya.

Konsolidasi secara pengusaha

Mendampingi Eri Cahyadi-Armudji, Hasto melakukan konsolidasi dan menghadiri beberapa acara, pada antaranya berdialog dengan para pengusaha. Hadir pula Ketua Bidang Kebudapaan PDIP Tri Rismaharini alias Risma, Sekretaris PDIP Jatim Sri Untari, dan Ketua PDIP Surabaya Terpakai Sutarwijono. Sementara dari kalangan pengusaha, hadir antara lain Alim Markus, Edi Wiyoto, Arif Harsono, Totok Lusida, dan Yustin.

Hasto mengatakan, proses pergerakan pemenangan bagian Eri-Armudji terus dilaksanakan oleh tim. Tim pemenangan juga bergerak bertemu para tokoh keagamaan dan para-para ulama. “Seluruh kader partai, khususnya Ibu Risma, telah bergerak bertemu dengan para tokoh. Kemarin bersemuka dengan Muhammadiyah, sebelumnya juga berembuk dengan tokoh-tokoh NU, ” ujarnya.

Di setiap pertemuan, katanya, Eri-Armudji menyampaikan visi dan misinya dalam membangun Surabaya ke depan. “Hari ini juga secara khusus saya datang, untuk mengindahkan pemaparan visi-misi dari saudara Eri dan Armudji, bagaimana ekonomi Surabaya bangkit dari tekanan pandemi. Makin dengan mengingat momentumnya itu semakin dekat dengan pilkada tanggal 9 Desember, ” kata Hasto.

Melalui pertemuan dengan kelompok, termasuk para pengusaha, Hasto mengisbatkan ingin kepemimpinan Surabaya ke depan benar-benar menjangkau seluruh lapisan umum. “Kita menggalang seluruh komponen kelompok untuk punya satu komitmen pada dalam menghasilkan watak politik yang berpihak kepada wong cilik, miring pada semangat gotong-royong untuk kaum, ” katanya.

Pilkada Surabaya 2020 diikuti oleh besar pasangan calon. Paslon nomor runtut satu ialah Eri Cahyadi-Armudji yang diusung PDI Perjuangan dan didukung PSI. Lawannya, paslon nomor runtut dua, ialah Machfud Arifin-Mujiaman dengan diusung delapan partai politik, yaitu Nasdem, PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PAN, dan PKS.

Baca: Bawaslu Temukan Ribuan Pelanggaran Protokol COVID-19 Persuasi Pilkada