Mahfud: Pejabat Jangan Berbohong, Besok Bakal Terbongkar

VIVA kepala Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD, mengingatkan kepada seluruh pejabat supaya tidak berbohong. Sebab, suatu saat nanti kebohongan yang diperbuat itu akan terbongkar.

Mahfud menyampaikan hal ini masa ditanya oleh Presiden ILC (Indonesia Lawyers Club), Karni Ilyas, yang diunggah ke YouTube Karni Ilyas Club. Saat itu, Karni bertanya soal kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Menyuarakan juga: Mahfud: Tidak Ada yang Sebut SBY dan AHY Dalang Demo Omnibus Law

Kemudian, Mahfud menjelaskan bahwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung ini jika dari arah pidana ada beberapa hal dengan dikaitkan, di antaranya penanganan pasal kasus dugaan korupsi Djoko Soegiarto Tjandra.

Menurut dia, kasus Djoko Tjandra rupanya tetap berjalan termasuk kasus yang menjerat oknum Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) yang sekarang sudah dilakukan proses persidangan di Pengadilan Tipikor.

Selain itu, cakap dia, kasus Djoko Tjandra dengan menyeret oknum dua jenderal polisi yakni Irjen Napoleon Bonaparte serta Brigjen Prasetijo Utomo juga tetap diproses hukum.

“Di Kejaksaan juga telah disidik bahwa ada yang melayani itu adalah si A, jiwa B sekarang jadi tersangka. Walaupun belum sampai yang diharapkan klub, seharusnya orang besar. Nanti lihat perkembangannya, ” kata Mahfud dikutip dibanding YouTube Karni Ilyas pada Senin, 19 Oktober 2020.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut selalu percaya, era sekarang di situasi apa pun masyarakat tidak bisa dibohongi atau pejabat tak bisa lagi pura-pura dan membual menyembunyikan sesuatu.

“Sulit sekali ya. Sekarang Anda berbohong, besok dibongkar orang. Kadangkala yang membongkar bukan orang luar, akan tetapi teman dekat kita sendiri. Hamba berharap pejabat-pejabat jangan berbohong lah, besok akan ketahuan kalau bongak, ” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan Bareskrim Polri bersama Kejaksaan Agung melakukan menyelenggarakan perkara kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung di Kantor Bareskrim di Kamis, 17 September 2020.

Dalam gelar perkara tersebut, hadir Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit, Jaksa Agung Muda Kejahatan Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana, Kepala Pusat Labfor Polri, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim dan lainnya.

Keputusannya disimpulkan bahwa terdapat dugaan peristiwa pidana atas kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu, 22 Agustus 2020 jam 18. 15 WIB. Sehingga, gelar perkara meningkatkan kejadian ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Karena, perkiraan sementara ada pelanggaran terhadap Urusan 187 dan Pasal 188 Teks Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Sebab karena itu, penyidikan dilakukan buat meningkatkan saksi potensial menjadi simpulan.

Adapun bunyi Perkara 187 KUHP bahwa barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran gawat 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur tumbuh apabila ada korban meninggal.

Kemudian Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kelengahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran secara ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.