Hirau Semangat Jenderal Soedirman, Besarkan Nyali Lawan Corona

VIVA – Sudah 70 tahun setelah kepergian sosok seorang pejuang hebat nan mahsyur tersebut. Ya, dialah Raden Soedirman, ataupun yang lebih dikenal Jenderal Soedirman. Bukan cuma memiliki gelar Pahlawan Nasional, sang pemimpin perang independensi juga adalah bapak bagi segenap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berbagai kisah semasa Soedirman hidup sudah banyak sekadar ditulis di berbagai buku dan literatur. Meski sudah meninggal negeri pada 29 Januari 1950, kobaran api semangat pria yang ada di Desa Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, masih terasa terus panas dan menyala.

Mengenang dan mengabadikan sosok sang jenderal, berbagai nama jalan dalam seluruh Indonesia memakai namanya. Akan tetapi yang paling terkenal tentu patung Soedirman di pusat kota Jakarta. Hingga saat ini, patung setinggi 6, 5 meter ini masih kokoh berdiri di daerah Kampung Atas, tepatnya di jalan dengan juga memakai namanya.

Soal perjuangan, tak perlu diragukan lagi bagaimana Soedirman menunjukkan keberaniannya di medan pertempuran. Semangat pantang menyerah bak senapan yang tak pernah kehabisan peluru. Kegigihannya serupa pedang yang tak pernah mampu tumpul.

Semangat Soedirman seharusnya jadi hal yang patut ditiru, dicontoh, atau diikuti. Seandainya patung pada tengah Kota Jakarta itu mampu berbicara, mungkin sang jenderal hendak sedih.

Bagaimana tak, saat ini Indonesia tengah dihantam bencana. Ya, virus Novel Coronavarius, atau yang lebih akrab secara istilah Virus Corona dan Covid-19 ini tengah menyerang bangsa ini. Bukan cuma Indonesia, menurut bahan Worldometers. info, ada 200 negeri yang juga diserang virus yang membuat pandemi dunia.

Data lainnya menunjukkan ada 962 ribu kasus di seluruh dunia, yang mengakibatkan kematian 49. 100 orang meninggal dunia. Data itu tercatat hingga 2 April 2020. Khusus di Indonesia jumlah anak obat positif Covid-19 sudah mencapai 1790 orang, 170 diantaranya meninggal dunia. Catatan ini didapat dari keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), juga per tanggal 2 April 2020.

Langsung, apa hubungannya virus mematikan itu dengan Soedirman? Jika patung si jenderal itu bisa melihat, tetap ia akan terkejut melihat pemandangan ibukota negara ini yang lazimnya ramai menjadi lengang. Ya, petunjuk pemerintah kepada masyarakat untuk mengabulkan pembatasan sosial (social distancing) dan melakukan pekerjaan dari rumah masing-masing, membuat kota ini sepi.

Lihat Juga

Tidak hanya di Jakarta, sejumlah praja lain di Indonesia juga barangkali sama kondisinya. Ada yang sepi menghadapi wabah masif ini, ada pula yang ketakutan. Maka, dalam sini letak kaitan antara keberanian dan semangat Soedirman.

Bagi masyarakat yang apatis dan acuh dengan himbauan pemerintah, sepatutnya mengingat salah satu kalimat bijak yang pernah diucapkan oleh Soedirman.

“Banyak orang mengecap penderitaan mereka sebagai nasib, namun sesungguhnya penderitaan adalah akibat ketololan mereka sendiri. ”

Saat ini memang tak ada pertempuran di medang perang. Akan tetapi, perlawanan terhadap virus membekukan ini juga harus dilakukan secara sistematis dan penuh kewaspadaan. Soedirman menegaskan bahwa penderitaan lahir malah karena kebodohan individu-individu yang cuek dan tak peduli dengan status yang terjadi.

Kata menyerah jelas tak ada dalam kamus Soedirman. Meskipun pada akhirnya, hanya Sang Khalik yang bisa memaksanya menyerah setelah menderita penyakit Tubercolosis (TBC), yang pada akhirnya membuat sang jenderal mangkat.

Hendak tetapi, dalam masa perjuangan Soedirman sama sekali tak pernah bakal mendekati apalagi mau berjabat tangan dengan yang namanya takluk atau menyerah.

“Meskipun awak mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah! Kepandaian yang bagaimanapun tingginya, tidak ada gunanya jika orang itu mempunyai perangai menyerah! ”

Tak peduli siapapun, wabah ini memang harus dilawan dan disingkirkan. Andil penuh seluruh elemen bangsa jalan pemerintah, TNI, Polri, dan semesta masyarakat adalah kunci untuk menggulung musuh yang sama sekali tidak terlihat wujudnya. Semoga, dengan spirit menolak menyerah yang pernah dimiliki Jenderal Soedirman, Indonesia bisa kembali terbebas dari belenggu pandemi menutup ini.