VIVA – Mesut Oezil mengakhiri kemesraanya secara Arsenal yang sudah berjalan delapan musim. Dia memilih Fenerbache, perhimpunan raksasa Turki yang sudah sejak kecil ia idolakan.

Oezil dilepas Arsenal enam bulan lebih cepat dari masa janji yang harusnya berakhir pada Juni 2021. Dia gabung Fenerbahce secara status pemain gratis pada bursa transfer musim dingin, Januari 2021.

Oezil sempat jadi buah hati publik Emirates Stadium, namun dua musim belakangan ini semuanya berubah.

Tempat diasingkan dari tim, dimulai saat Unai Emery menjadi manajer Arsenal, berlanjut ke tampuk kepemimpinan Mikel Arteta.

Ironis sebenarnya, karena Arteta merupakan mantan rekan satu awak Oezil di Arsenal. Namun, bukti tersebut tak membuat Arteta menyerahkan toleransi kepada Oezil.

Oezil tak melempem hati dibuang Arsenal selama dua musim terakhir. Pun, dia tak menyesal gabung ke dalam skuad The Gunners pada musim tebal telinga 2013 lalu.

Mantan pemain Timnas Jerman itu serupa menuliskan pesan terakhirnya untuk The Gunners. Baginya, Arsenal, tidak akan pernah ia lupakan karena telah ada di dalam hatinya.

“Penggemar Arsenal akan selalu berada di hati. Saya berharap semua orang di klub tersebut yang terbaik dalam upaya itu untuk terus membawa Arsenal balik ke puncak, tempat kami berharta, ” tulis Oezil dalam akun media sosialnya.

“Sulit bagi saya untuk mengungkapkan mabuk yang saya rasakan untuk perkumpulan ini dan para penggemar. Bagaimana saya bisa menjelaskan delapan tahun rasa syukur dalam satu tulisan? Saya akan menjadi Gunner seumur hidup, tidak diragukan lagi, ” sambungnya.

Dia selalu mengulang kembali kondisi sulitnya dalam Arsenal sebelum hengkang. Sebenarnya, dia sangat ingin membela Arsenal dalam setiap pertandingan.

“Seperti yang saya katakan, beberapa kamar terakhir ini bukanlah yang termudah. Seperti setiap pemain, saya ingin memainkan setiap menit sepak bola untuk tim saya. Namun, di dalam hidup, hal-hal tidak selalu berlaku seperti yang kita inginkan ataupun harapkan, ” ucapnya.

Di sisi lain, Oezil mampu membuat debut ketika Fenerbahce bertandang ke kandang Sivasspor di tambahan Super Lig Kamis mendatang.

Namun, apabila klub merasakan debut ini terlalu terburu-buru, pemain 32 tahun itu bisa terkebat di laga kandang kontra Kayserispor empat hari berikutnya.