VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencetak kinerja ekspor Indonesia mengalami penurunan pada Februari 2021 dibanding bulan sebelumnya. Walaupun begitu, dibanding Februari 2020 masih meningkat.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekspor hingga akhir kamar lalu itu sebesar US$15, 27 miliar, turun 0, 19 persen dibandingkan rencana Januari 2021 yang US$15, 29 miliar. Sedangkan dibanding Februari 2020 naik 8, 56 persen.

“Penurunan ekspor dari Februari ke Januari terjadi karena adanya penurunan ekspor migas 2, 63 persen sementara non migas turun betul tipis 0, 04 komisi, ” kata dia saat konferensi pers, Senin, 15 Maret 2021.

Mengaji juga: Izin Tambang Emas di Trenggalek Ditunda, Ini Alasannya