Bahan Handuk Diklaim Paling Baik untuk Masker Pengganti N95

VIVA – Tiga perancang baju telah menciptakan masker buatan mereka sendiri, yang diklaim lebih cara dalam menyaring partikel dibanding kedok katun pada umumnya. Mereka sudah melakukan pengujian, dan dengan manasuka membagikan rahasia itu secara percuma.

Dilansir dari kedudukan Business Insider , Rabu 15 April 2020, mereka menggunakan kulit katun dan memungkinkan penggunanya menambahkan lapisan lain ke dalam masker yang akan berlaku sebagai filter.

Perancang menghabiskan waktu yang cukup periode untuk melakukan lusinan pengujian objek. Kemudian mereka menemukan polyster hydro knit, yang digunakan untuk beberapa merek handuk, bekerja paling baik dapat menyaring partikel dua kali lebih baik, serta mampu menyerap minyak.

Order ini dikerjakan oleh CEO Suay Sew Shop, Lindsay Medoff, dengan berbasis di Los Angeles. Kemudian bergabung juga mitra bisnisnya Heather Pavlu dan teman lamanya, Chloe Schempf.

Lihat Juga

Petunjuk & pola masker telah mereka publikasikan di situs GoFundMe. Mereka selalu membuka donasi untuk pembuatan masker pengganti N95 yang sesuai rekomendasi dan akan diberikan untuk medis.

Kain yang itu uji menggunakan mesin pendeteksi partikel hingga ukuran 0, 3 mikron. Meskipun partikel virus corona (COVID-19) ukurannya lebih kecil dari tersebut, namun pejabat kesehatan telah merekomendasikan kepada semua orang di tempat umum untuk menggunakan masker kain.

Bahan dari proyek yang dikerjakan sebab Medoff adalah ingin masyarakat bisa dengan mudah menemukan dan mengambil kain seperti katun, dan mampu melakukan penyaringan dengan baik, dan memberi kemampuan penggunanya untuk bernapas dengan nyaman.