Anies Dapat Instruksi dari KAMI agar Lakukan PSBB Total, Cek Faktanya

VIVA – Akun Sidik Purnomo (fb. com/sidik. purnomo. 58) mengunggah sebuah gambar tahanan layar dengan narasi “Semua dikondisikan sesuai skenario para penghianat bangsa…”

Di gambar dengan ia unggah terdapat narasi:

“Kajian intelejen crime…. Anis dapat instruksi dari “KAMI” Supaya lakukan psbb total beberapa bulan agar tujuannya Rakyat DKI menjelma lumpuh secara perekonomian sehingga masa bulan oktober 2020 besok indonesia masuk jurang Resesi ( 100% pasti resesei) maka dikarnakan tidak adanya pekerjaan, pendapatan cash serta tabungan berakibat pada kemiskinan dengan menjadi jadi di DKI jadi bisa memicu Demo dan penjarahan. Bila itu terjadi maka AWAK dan antek kadrun lainnya bakal push provokasi kepada rakyat mengenai JOKOWI HARUS MUNDUR KARENA BUBAR SELAMATKAN RAKYAT. Ada misi sundal sedang di jalankan oleh wan abut, kadrun, dan KAMI bin GATOT CENDANA”

Penjelasan

Dilansir dari turnbackhoax. id , bersandarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa penetapan kembali PSBB di DKI Jakarta adalah arah dari skenario untuk mendesak Kepala Jokowi mundur adalah klaim yang keliru.

Faktanya, penetapan kembali PSBB di DKI Jakarta adalah upaya untuk menurunkan kurva kasus Covid-19 dan menghindari kolapsnya layanan kesehatan. Penerapan PSBB itu dibuat berdasarkan data Indikator Pantau Pandemi serta masukan para pakar epidemiologi.

Dilansir dari Tempo. co, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membaca indikator utama dalam keputusan melegalkan kembali PSBB adalah tingkat mair (Case Fatality Rate) dan tingkat keterisian rumah sakit (Bed Occupancy Ratio), baik untuk tempat tidur isolasi maupun Intensive Care Unit (ICU), yang semakin tinggi, dengan menunjukkan bahwa Jakarta berada di dalam kondisi darurat.

Anies menuturkan sebanyak 1. 347 karakter di Jakarta meninggal akibat Covid-19. Meskipun tingkat kematian Covid-19 pada Jakarta berada di angka dua, 7 persen dan lebih hina dari tingkat kematian Covid-19 nasional yang berada di angka 4, 1 persen, bahkan lebih nista dari tingkat kematian Covid-19 ijmal yang berada di angka 3, 3 persen, jumlah kematian langsung bertambah. Hal ini disertai dengan peningkatan angka pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19.

Selain itu, saat ini, sebanyak 4. 053 tempat tidur isolasi dalam 63 rumah sakit rujukan dalam Jakarta sudah terpakai sekitar 77 persen. Berdasarkan kalkulasi Pemprov DKI, jika tidak diberlakukan pembatasan dengan ketat dan kondisi seperti zaman ini terus berlangsung, seluruh wadah tidur isolasi akan terisi penuh pada 17 September 2020. Mengenai sebanyak 528 peraduan ICU buat merawat pasien dengan gejala berat sudah terpakai sekitar 83 persen. “Bila trennya akan naik langsung maka 15 September 2020 hendak penuh, ” ujar Anies.

Penerapan kembali PSBB ini pun didukung oleh sejumlah pihak. Dilansir dari IDN Times, Kepala Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK menghargai PSBB yang diberlakukan oleh Pemprov DKI mulai 14 September 2020 adalah suatu keharusan, sebab PSBB transisi terbukti tidak menurunkan kurva penyebaran Covid-19 di ibukota.

Padahal, kasus Covid-19 saat pemberlakuan PSBB periode awal sempat mengalami penurunan. Untuk itu, JK beranggapan bahwa PSBB merupakan modus tegas yang harus diambil perlu menghindari penularan yang semakin masif. Bahkan, menurut JK, untuk mengembalikan ekonomi, Indonesia harus menyudahi pandemi Covid-19 ini dengan menangani virusnya terlebih dahulu.

Dikutip dari Kompas. com, ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menuturkan pengetatan kegiatan masyarakat meniti rencana PSBB seperti awal pandemi Covid-19 di Jakarta sudah pas. Hal itu dikarenakan jumlah kejadian Covid-19 di ibukota terus menyusun belakangan serta ranjang untuk penderita Covid-19 mulai penuh.

Pandu mengatakan rencana penerapan PSBB tersebut dibuat berdasarkan data Indikator Pantau Pandemi serta masukan dibanding para ahli epidemiologi. Indikator tersebut terdiri dari epidemiologi, kesehatan terbuka, serta kesiapan pelayanan kesehatan. Patuh dia, langkah pengetatan kembali sudah terencana, apabila terjadi peningkatan kejadian Covid-19.

Kesimpulan

Penetapan balik PSBB di DKI Jakarta merupakan upaya untuk menurunkan kurva kasus Covid-19 dan menghindari kolapsnya servis kesehatan. Penerapan PSBB tersebut dibuat berdasarkan data Indikator Pantau Pandemi serta masukan para ahli epidemiologi. Dengan begitu, gambar dengan riwayat tersebut masuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan.